Kawin Paksa Murai Batu Ala Elhusna BF Ciamis

|| || || Leave a komentar
Banyak kicaumania yang ingin menjadi penangkar murai batu. Namun, tidak sedikit yang kandas di jalan, karena gagal dalam proses penjodohan. Itulah sebabnya, Kang Dede dari Elhusna Bird Farm, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengirim artikel ke redaksi Om Kicau. Dia ingin berbagi ilmu tentang penjodohan murai batu, melalui metode kawin paksa. Pada bagian akhir tulisan ini ada beberapa gambar anakan murai batu hasil “kawin paksa” tersebut. Selamat mengikuti.
Penangkaran murai batu Elhusna BF Ciamis
Petak-petak kandang penangkaran murai batu di Elhusna BF Ciamis.
—-
Perkembangan penangkaran burung di Indonesia kini sudah berkembang sangat pesat. Kalau dulu hanya sekadar hobi dan iseng-iseng, kini sudah berkembang menjadi lahan bisnis yang menggiurkan. Ada yang cuma memiliki satu kandang, tetapi ada pula yang sudah  berskala industri. Semoga dunia perburungan di Tanah Air makin maju, dan burung-burung di alam liar tetap lestari.
Di mana-mana bermunculan breeder murai batu, seperti jamur di musim hujan. Ada yang sukses, dan tidak sedikit pula yang belum membuahkan hasil. Bagi yang belum berhasil, keluhan utama terletak pada sulitnya menjodohkan burung jantan dan burung betina.
Memang seperti itulah karakter burung tipe petarung (fighter). Tidak hanya murai batu, kacer pun memiliki karakter hampir sama. Burung tipe petarung tak mau kompromi kalau melihat burung sejenis. Siapapun yang ada di dekatnya, entah jantan maupun betina, pasti akan disikatnya.
Apabila tidak sabar dan ekstra waspada, arena penjodohan burung bisa menjadi lapang pembantaian (killing fields). Sudah banyak artikel mengenai teknik penjodohan murai batu, baik di tabloid, televisi, bahkan media online seperti omkicau.com. Sebagian sudah berhasil menerapkannya, tetapi sebagian lainnya tetap gagal.
Nah, bagi yang sudah mencoba semua cara namun masih juga gagal, berikut ini metode kawin paksa untuk menjodohkan murai batu. Metode ini sudah dijalankan berkali-kali di Elhusna BF Ciamis, terutama untuk mengatasi murai batu jantan dan betina yang susah sekali dijodohkan.
Penangkaran murai batu Elhusna BF Ciamis
Induk MB hasil kawin paksa yang dilakukan Kang Dede (Elhusna BF).
—-
Proses penjodohan MB model kawin paksa
Berikut ini proses penjodohan murai batu modal kawin paksa yang dijalankan Elhusna BF selama ini.
Proses diawali dengan tahap pengenalan burung jantan dan burung betina. Caranya sama seperti yang sudah dibahas dalam artikel-artikel di omkicau.com sebelumnya. Dalam hal ini, burung jantan dan betina dimasukkan dalam sangkar yang berbeda. Kemudian, kedua sangkar ditempelkan sepanjang hari, minimal selama 1 minggu.
Setelah 1 minggu, tunggu sampai sore hari sekitar pukul 17.00 – 17.30. Siapkan bahan-bahan pendukung dan peralatan yang diperlukan, antara lain:
  • Plester / solatip. Kalau tidak ada bisa menggunakan tensoplast (dibelah membujur menjadi dua).
  • Minyak sayur (bisa juga diganti dengan oli bekas).
  • Gunting
Wah, untuk apa bahan dan peralatan seperti itu?
Pertama-tama, pegang murai betina, kemudian olesi bulu-bulu bagian pahanya dengan minyak sayur secukupnya. Sebenarnya lebih bagus menggunakan oli bekas, karena lebih lengket dan agak susah dihilangkan, yang akan menambah efektivitas dalam proses penjodohan nanti.
Selanjutnya, burung betina dimasukkan ke kandang penangkaran yang sudah disiapkan, termasuk kotak sarang dan bahan sarangnya. Biarkan burung betina sampai tenang dan mulai hafal situasi kandang.
Sekarang kita fokus ke burung jantan. Pegang murai batu jantan, kemudian rentangkan sayap sebelah kanan. Kumpulkan 3-4 helai bulu sayap terluar, lalu diikat menggunakan tensoplast yang sudah dibelah dua. Lakukan hal serupa pada sayap sebelah kiri.
Cara ini lazim dijumpai di kalangan penggemar merpati, dan biasa disebut “godi”. Bedanya, pada merpati, treatment ini dilakukan terhadap burung betina, agar gerakannya terbatas dan tidak bisa terbang jauh saat dilepas. Adapun pada murai batu, godi dilakukan untuk burung jantan, agar nantinya tidak terlalu agresif terhadap calon pasangannya.
Induk murai batu model kawin paksa
Induk betina “korban” kawin paksa kini sudah punya anakan.
—-
Tujuan treatment minyak sayur dan godi
Mungkin ada yang bertanya. Mengapa burung betina harus diolesi minyak sayur / oli bekas di bagian pahanya? Mengapa murai batu jantan harus digodi?
Setelah diolesi minyak sayur, burung betina pasti merasa risih merasakan sesuatu yang lengket pada bulu-bulu di bagian pahanya. Naluri burung, dia pasti ingin membersihkan dan merapikan bulu-bulunya, apalagi jika terasa lengket.
Maka, setelah diolesi minyak sayur, burung betina akan rajin mandi, dan selalu terfokus untuk membersihkan dan merapikan bulu-bulunya yang kotor dan lengket. Karena fokus, murai batu betina tidak akan stres saat dikejar burung jantan.
Adapun tujuan murai batu jantan digodi antara lain untuk mengurangi kemampuan dan kekuatan terbang, dan lebih fokus untuk melepaskan ikatan tansoplast yang melekat pada kedua sayapnya. Karena fokus, burung jantan jarang mengejar-ngejar burung betina.
Kalaupun burung jantan masih agresif mengejar-ngejar burung betina, kemampuannya sudah jauh menurun akibat aktivitas terbangnya terbatas. Karena gerakan MB jantan terbatas, burung betina selalu mampu melarikan diri saat dikejar-kejar lawan jenisnya.
Penggodian sayap juga dapat merangsang burung jantan untuk rajin mandi, karena dia risih dan merasa ada kotoran pada sayapnya. Ya, semua burung pasti merasa risih kalau bulu-bulunya terlihat kotor. Itulah sebabnya, mengapa burung di alam liar senang sekali mandi. Dia ingin selalu bersih dan rapi, sebagai modal penting untuk menarik lawan jenisnya, juga menambah pede saat berkicau.
Karena aktivitas mandi sering dilakukan pada burung jantan dan betina yang menjalani treatment minyak sayur dan godi, maka Anda wajib menyediakan tempat mandi di dalam kandang penangkaran.
Tempat mandinya cukup satu saja, agar kedua burung berebutan mandi, sehingga seolah-olah mandi bersama. Air untuk mandi harus diganti dua kali sehari, atau minimal sehari sekali, karena air akan kotor oleh minyak sayur.
Saat melakukan metode / trik ini, Anda tak usah repot-repot memantau burung. Anda pun bisa lebih menjalankan aktivitas lain seperti biasanya. Tetapi, sesekali bolehlah dipantau,  siapa tahu tensoplast pada burung jantan terlepas sebelum kedua burung benar-benar akur.
Bagaimana mengetahui murai batu jantan sudah bisa menerima kehadiran burung betina di dalam kandang penangkaran? Mudah saja! Lihat beberapa tengara berikut ini:
  • MB jantan sudah tidak mengejar-ngejar burung betina.
  • Kedua burung sering terlihat berdekatan, termasuk saat istirahat dan tidur.
  • Saat mandi bersama, sudah beberapa kali terlihat akur.
Semua itu menandakan kedua burung sudah berjodoh. Ini biasanya terjadi paling cepat 1 minggu setelah kedua burung tersebut menjalani treatment minyak sayur dan godi. Nah, itulah saatnya Anda bisa melepas tensoplast pada kedua sayap MB jantan.
Apabila sudah 1 minggu belum juga terlihat akur, biarkan saja tensoplast tetap melekat pada kedua sayap burung jantan, dan baru boleh dilepas sampai keduanya benar-benar akur. Tinggal menunggu waktu saja, karena lama-lama mereka pasti akur juga. Pepatah jawa witing tresna jalaran saka kulina juga berlaku kok untuk murai batu, apalagi jika sudah menjalani metode kawin-paksa seperti ini.
Penangkaran murai batu Elhusna BF Ciamis
Salah satu piyik murai batu hasil kawin paksa.
—-
Penangkaran murai batu Elhusna BF Ciamis
Anakan MB korban kawin paksa sudah mulai nangkring.
—-
Penangkaran murai batu Elhusna BF Ciamis
Anakan MB siap jual ini juga hasil kawin paksa.
—-
Demikianlah proses penjodohan murai batu model kawin paksa ala Elhusna BF. Tips ini sangat bagus diterapkan pada murai batu yang susah jodoh dan terlalu agresif. Biasanya murai batu yang baru pertama kali dijodohkan cenderung bersifat agresif. Sebaliknya, jika sudah pernah diternak, apalagi pernah menghasilkan anakan, relatif lebih mudah dijodohkan.
Semoga tips ini bermanfaat bagi calon breeder, dan bisa membangkitkan semangat para breeder pemula yang mandek di tengah jalan akibat terkendala proses penjodohan. Yuk, kita giatkan aktivitas penangkaran burung, agar populasi burung di alam liar bisa terjaga selamanya. Bagi yang ingin konsultasi langsung, silakan hubungi kami:
—-

ELHUSNA BIRD FARM

Dusun Mekarsari RT 24 / RW 06, Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari,  Kabupaten Ciamis,  Jawa Barat.
Contact person : Teh Ana ( 0878 2631 2033 ) / Kang Dede ( 0819 1279 5033 )
—-
E;husna Bird Farm Ciamis
Panel pagar beton di Elhusna BF: Lebih rapi, kuat, dan hemat 40%.

Meloloh Piyik Murai Batu

|| || || Leave a komentar
Salah satu cara yang banyak digunakan oleh para penangkar dalam memaksimalkan produktifitas penangkarannya adalah dengan metode handfeeding atau pelolohan anakan. Metode handfeeding ini menjadi pilihan yang populer karena sudah terbukti mampu meningkatkan produksi, mempercepat tumbuhnya anakan dan kondisi anakan lebih mudah dipantau. 

Dalam penangkaran murai batu, anakan yang diangkat untuk kita rawat adalah:

Anakan yang masih berusia 4 hingga 6 hari, dalam memilih piyikan ini kita juga harus memikirkan kesanggupan kita dalam memberikan perawatan untuk piyikan yang masih berusia dibawah satu minggu, karena piyikan tersebut rata-rata memerlukan perawatan khusus karena setiap jam mereka selalu merasa lapar, sehingga dibutuhkan orang yang benar-benar telaten dalam perawatannya. 

Perawatan paling ideal adalah perawatan anakan yang berusia 7  hingga 8 hari, karena setelah anakan berusia 10 hingga 11 hari ia akan mulai belajar bertengger dengan kakinya, sehingga akan lebih memudahkan dalam perawatan berikutnya. 

Jika mengangkat anakan setelah berusia lebih dari 10 hari,maka kesulitan yang akan dialami adalah kesulitan meloloh dikarenakan anakan tersebut yang sudah mulai belajar terbang dan pada usia tersebut anakan sudah mulai memiliki rasa takut terhadap manusia sehingga akan menyulitkan kita untuk memberikan pelolohan, solusinya adalah membiarkan ia dirawat oleh indukannya meskipun produtifitas akan menjadi sedikit terhambat, dan dipisahkan setelah ia berusia muda / trotolan untuk dijual atau dirawat dalam sangkar terpisah. 


Setelah piyikan atau anakan kita dapatkan maka berikutnya adalah menyiapkan sarang untuk mereka, tempat sarang ini bisa menggunakan media apa saja misalnya mangkuk plastik atau juga tempat sarang lain yang terbuat dari rotan atau bambu, tempat sarang ini diisi / dilapisi terlebih dahulu dengan kain atau kertas tissue. dan ditempatkan dalam sebuah kandang yang sudah dilengkapi dengan lampu penerang 5 - 10 watt yang berfungsi sebagai penghangat suhu. 

Inkubator atau brooder 

Dalam merawat anakan terseubut beberapa penangkar memilih menggunakan inkubator ataupun brooder yang dibuat sesuai kreasi mereka , misalnya dari papan triplek yang dilengkapi kawat dan di berikan lampu penghangat dan kipas kecil untuk sirkulasi udara didalamnya. 

Yang harus diperhatikan dalam perawatan anakan di kandang ataupun inkubator adalah suhu yang stabil, misalnya untuk anakan yang masih berusia 5 hari maka suhu yang dibutuhkan adalah antara 29 °C hingga 33 °C, sementara untuk anakan yang berusia lebih dari 5 hari bisa diberikan suhu 30°C. untuk itulah diperlukan thermomer yang diletakan dalam kandang atau inkubator sebagai penunjuk temperatur didalamnya. 

Pelolohan

Meloloh atau handfeeding anakan ini bisa dimulai pada pagi hari sekitar pukul 06 pagi, sebelum diberikan pakan untuk meloloh yang disebut dengan adonan lolohan, burung bisa diberikan bagian perut dari jangkrik yang berukuran kecil ( kepala dan kaki-kakinya terlebih dahulu dicopot). lalu setelah itu diberikan adonan yang disesuaikan dengan jumlah anakan yang kita rawat. 

adonan bisa berupa kroto yang dicampur dengan voer halus dan dibasahi dengan sedikit air hangat lalu ditambahkan dengan vitamin untuk menjaga kondisi kesehatan piyikan tersebut.sebagai tambahan EFnya bisa juga mencampurkannya dengan cacing yang terlebih dahulu dipotong-potong kecil dan dicuci bersih. yang perlu diperhatikan adalah adonan ini diberikan sampai habis atau jangan disimpan untuk besok harinya karena bisa basi. 

Untuk pelolohannya bisa menggunakan sumpit atau sendok kecil. 

Pemasangan Ring

Ring sebagai identitas darai penangkaran bisa diberikan setelah anakan berusia 10 hari, karean pada usia tersebut kaki piyikan sudah kuat dan mulai bisa bertengger/berdiri.


Salah satu cara yang banyak digunakan oleh para penangkar dalam memaksimalkan produktifitas penangkarannya adalah dengan metode handfeeding atau pelolohan anakan. Metode handfeeding ini menjadi pilihan yang populer karena sudah terbukti mampu meningkatkan produksi, mempercepat tumbuhnya anakan dan kondisi anakan lebih mudah dipantau. 

Dalam penangkaran murai batu, anakan yang diangkat untuk kita rawat adalah:

Anakan yang masih berusia 4 hingga 6 hari, dalam memilih piyikan ini kita juga harus memikirkan kesanggupan kita dalam memberikan perawatan untuk piyikan yang masih berusia dibawah satu minggu, karena piyikan tersebut rata-rata memerlukan perawatan khusus karena setiap jam mereka selalu merasa lapar, sehingga dibutuhkan orang yang benar-benar telaten dalam perawatannya. 

Perawatan paling ideal adalah perawatan anakan yang berusia 7 hingga 8 hari, karena setelah anakan berusia 10 hingga 11 hari ia akan mulai belajar bertengger dengan kakinya, sehingga akan lebih memudahkan dalam perawatan berikutnya. 

Jika mengangkat anakan setelah berusia lebih dari 10 hari,maka kesulitan yang akan dialami adalah kesulitan meloloh dikarenakan anakan tersebut yang sudah mulai belajar terbang dan pada usia tersebut anakan sudah mulai memiliki rasa takut terhadap manusia sehingga akan menyulitkan kita untuk memberikan pelolohan, solusinya adalah membiarkan ia dirawat oleh indukannya meskipun produtifitas akan menjadi sedikit terhambat, dan dipisahkan setelah ia berusia muda / trotolan untuk dijual atau dirawat dalam sangkar terpisah. 


Setelah piyikan atau anakan kita dapatkan maka berikutnya adalah menyiapkan sarang untuk mereka, tempat sarang ini bisa menggunakan media apa saja misalnya mangkuk plastik atau juga tempat sarang lain yang terbuat dari rotan atau bambu, tempat sarang ini diisi / dilapisi terlebih dahulu dengan kain atau kertas tissue. dan ditempatkan dalam sebuah kandang yang sudah dilengkapi dengan lampu penerang 5 - 10 watt yang berfungsi sebagai penghangat suhu. 

Inkubator atau brooder 

Dalam merawat anakan terseubut beberapa penangkar memilih menggunakan inkubator ataupun brooder yang dibuat sesuai kreasi mereka , misalnya dari papan triplek yang dilengkapi kawat dan di berikan lampu penghangat dan kipas kecil untuk sirkulasi udara didalamnya. 

Yang harus diperhatikan dalam perawatan anakan di kandang ataupun inkubator adalah suhu yang stabil, misalnya untuk anakan yang masih berusia 5 hari maka suhu yang dibutuhkan adalah antara 29 °C hingga 33 °C, sementara untuk anakan yang berusia lebih dari 5 hari bisa diberikan suhu 30°C. untuk itulah diperlukan thermomer yang diletakan dalam kandang atau inkubator sebagai penunjuk temperatur didalamnya. 

Pelolohan

Meloloh atau handfeeding anakan ini bisa dimulai pada pagi hari sekitar pukul 06 pagi, sebelum diberikan pakan untuk meloloh yang disebut dengan adonan lolohan, burung bisa diberikan bagian perut dari jangkrik yang berukuran kecil ( kepala dan kaki-kakinya terlebih dahulu dicopot). lalu setelah itu diberikan adonan yang disesuaikan dengan jumlah anakan yang kita rawat. 

adonan bisa berupa kroto yang dicampur dengan voer halus dan dibasahi dengan sedikit air hangat lalu ditambahkan dengan vitamin seperti BirdVit untuk menjaga kondisi kesehatan piyikan tersebut.sebagai tambahan EFnya bisa juga mencampurkannya dengan cacing yang terlebih dahulu dipotong-potong kecil dan dicuci bersih. yang perlu diperhatikan adalah adonan ini diberikan sampai habis atau jangan disimpan untuk besok harinya karena bisa basi. 

Untuk pelolohannya bisa menggunakan sumpit atau sendok kecil. 

Pemasangan Ring

Ring sebagai identitas darai penangkaran bisa diberikan setelah anakan berusia 10 hari, karean pada usia tersebut kaki piyikan sudah kuat dan mulai bisa bertengger/berdiri.


- See more at: http://www.agrobur.com/2013/03/metode-hand-feeding-atau-meloloh.html#sthash.0OVPslds.dpuf

Salah satu cara yang banyak digunakan oleh para penangkar dalam memaksimalkan produktifitas penangkarannya adalah dengan metode handfeeding atau pelolohan anakan. Metode handfeeding ini menjadi pilihan yang populer karena sudah terbukti mampu meningkatkan produksi, mempercepat tumbuhnya anakan dan kondisi anakan lebih mudah dipantau. 

Dalam penangkaran murai batu, anakan yang diangkat untuk kita rawat adalah:

Anakan yang masih berusia 4 hingga 6 hari, dalam memilih piyikan ini kita juga harus memikirkan kesanggupan kita dalam memberikan perawatan untuk piyikan yang masih berusia dibawah satu minggu, karena piyikan tersebut rata-rata memerlukan perawatan khusus karena setiap jam mereka selalu merasa lapar, sehingga dibutuhkan orang yang benar-benar telaten dalam perawatannya. 

Perawatan paling ideal adalah perawatan anakan yang berusia 7 hingga 8 hari, karena setelah anakan berusia 10 hingga 11 hari ia akan mulai belajar bertengger dengan kakinya, sehingga akan lebih memudahkan dalam perawatan berikutnya. 

Jika mengangkat anakan setelah berusia lebih dari 10 hari,maka kesulitan yang akan dialami adalah kesulitan meloloh dikarenakan anakan tersebut yang sudah mulai belajar terbang dan pada usia tersebut anakan sudah mulai memiliki rasa takut terhadap manusia sehingga akan menyulitkan kita untuk memberikan pelolohan, solusinya adalah membiarkan ia dirawat oleh indukannya meskipun produtifitas akan menjadi sedikit terhambat, dan dipisahkan setelah ia berusia muda / trotolan untuk dijual atau dirawat dalam sangkar terpisah. 


Setelah piyikan atau anakan kita dapatkan maka berikutnya adalah menyiapkan sarang untuk mereka, tempat sarang ini bisa menggunakan media apa saja misalnya mangkuk plastik atau juga tempat sarang lain yang terbuat dari rotan atau bambu, tempat sarang ini diisi / dilapisi terlebih dahulu dengan kain atau kertas tissue. dan ditempatkan dalam sebuah kandang yang sudah dilengkapi dengan lampu penerang 5 - 10 watt yang berfungsi sebagai penghangat suhu. 

Inkubator atau brooder 

Dalam merawat anakan terseubut beberapa penangkar memilih menggunakan inkubator ataupun brooder yang dibuat sesuai kreasi mereka , misalnya dari papan triplek yang dilengkapi kawat dan di berikan lampu penghangat dan kipas kecil untuk sirkulasi udara didalamnya. 

Yang harus diperhatikan dalam perawatan anakan di kandang ataupun inkubator adalah suhu yang stabil, misalnya untuk anakan yang masih berusia 5 hari maka suhu yang dibutuhkan adalah antara 29 °C hingga 33 °C, sementara untuk anakan yang berusia lebih dari 5 hari bisa diberikan suhu 30°C. untuk itulah diperlukan thermomer yang diletakan dalam kandang atau inkubator sebagai penunjuk temperatur didalamnya. 

Pelolohan

Meloloh atau handfeeding anakan ini bisa dimulai pada pagi hari sekitar pukul 06 pagi, sebelum diberikan pakan untuk meloloh yang disebut dengan adonan lolohan, burung bisa diberikan bagian perut dari jangkrik yang berukuran kecil ( kepala dan kaki-kakinya terlebih dahulu dicopot). lalu setelah itu diberikan adonan yang disesuaikan dengan jumlah anakan yang kita rawat. 

adonan bisa berupa kroto yang dicampur dengan voer halus dan dibasahi dengan sedikit air hangat lalu ditambahkan dengan vitamin seperti BirdVit untuk menjaga kondisi kesehatan piyikan tersebut.sebagai tambahan EFnya bisa juga mencampurkannya dengan cacing yang terlebih dahulu dipotong-potong kecil dan dicuci bersih. yang perlu diperhatikan adalah adonan ini diberikan sampai habis atau jangan disimpan untuk besok harinya karena bisa basi. 

Untuk pelolohannya bisa menggunakan sumpit atau sendok kecil. 

Pemasangan Ring

Ring sebagai identitas darai penangkaran bisa diberikan setelah anakan berusia 10 hari, karean pada usia tersebut kaki piyikan sudah kuat dan mulai bisa bertengger/berdiri.


- See more at: http://www.agrobur.com/2013/03/metode-hand-feeding-atau-meloloh.html#sthash.0OVPslds.dpufvvvvv

Salah satu cara yang banyak digunakan oleh para penangkar dalam memaksimalkan produktifitas penangkarannya adalah dengan metode handfeeding atau pelolohan anakan. Metode handfeeding ini menjadi pilihan yang populer karena sudah terbukti mampu meningkatkan produksi, mempercepat tumbuhnya anakan dan kondisi anakan lebih mudah dipantau. 

Dalam penangkaran murai batu, anakan yang diangkat untuk kita rawat adalah:

Anakan yang masih berusia 4 hingga 6 hari, dalam memilih piyikan ini kita juga harus memikirkan kesanggupan kita dalam memberikan perawatan untuk piyikan yang masih berusia dibawah satu minggu, karena piyikan tersebut rata-rata memerlukan perawatan khusus karena setiap jam mereka selalu merasa lapar, sehingga dibutuhkan orang yang benar-benar telaten dalam perawatannya. 

Perawatan paling ideal adalah perawatan anakan yang berusia 7 hingga 8 hari, karena setelah anakan berusia 10 hingga 11 hari ia akan mulai belajar bertengger dengan kakinya, sehingga akan lebih memudahkan dalam perawatan berikutnya. 

Jika mengangkat anakan setelah berusia lebih dari 10 hari,maka kesulitan yang akan dialami adalah kesulitan meloloh dikarenakan anakan tersebut yang sudah mulai belajar terbang dan pada usia tersebut anakan sudah mulai memiliki rasa takut terhadap manusia sehingga akan menyulitkan kita untuk memberikan pelolohan, solusinya adalah membiarkan ia dirawat oleh indukannya meskipun produtifitas akan menjadi sedikit terhambat, dan dipisahkan setelah ia berusia muda / trotolan untuk dijual atau dirawat dalam sangkar terpisah. 


Setelah piyikan atau anakan kita dapatkan maka berikutnya adalah menyiapkan sarang untuk mereka, tempat sarang ini bisa menggunakan media apa saja misalnya mangkuk plastik atau juga tempat sarang lain yang terbuat dari rotan atau bambu, tempat sarang ini diisi / dilapisi terlebih dahulu dengan kain atau kertas tissue. dan ditempatkan dalam sebuah kandang yang sudah dilengkapi dengan lampu penerang 5 - 10 watt yang berfungsi sebagai penghangat suhu. 

Inkubator atau brooder 

Dalam merawat anakan terseubut beberapa penangkar memilih menggunakan inkubator ataupun brooder yang dibuat sesuai kreasi mereka , misalnya dari papan triplek yang dilengkapi kawat dan di berikan lampu penghangat dan kipas kecil untuk sirkulasi udara didalamnya. 

Yang harus diperhatikan dalam perawatan anakan di kandang ataupun inkubator adalah suhu yang stabil, misalnya untuk anakan yang masih berusia 5 hari maka suhu yang dibutuhkan adalah antara 29 °C hingga 33 °C, sementara untuk anakan yang berusia lebih dari 5 hari bisa diberikan suhu 30°C. untuk itulah diperlukan thermomer yang diletakan dalam kandang atau inkubator sebagai penunjuk temperatur didalamnya. 

Pelolohan

Meloloh atau handfeeding anakan ini bisa dimulai pada pagi hari sekitar pukul 06 pagi, sebelum diberikan pakan untuk meloloh yang disebut dengan adonan lolohan, burung bisa diberikan bagian perut dari jangkrik yang berukuran kecil ( kepala dan kaki-kakinya terlebih dahulu dicopot). lalu setelah itu diberikan adonan yang disesuaikan dengan jumlah anakan yang kita rawat. 

adonan bisa berupa kroto yang dicampur dengan voer halus dan dibasahi dengan sedikit air hangat lalu ditambahkan dengan vitamin seperti BirdVit untuk menjaga kondisi kesehatan piyikan tersebut.sebagai tambahan EFnya bisa juga mencampurkannya dengan cacing yang terlebih dahulu dipotong-potong kecil dan dicuci bersih. yang perlu diperhatikan adalah adonan ini diberikan sampai habis atau jangan disimpan untuk besok harinya karena bisa basi. 

Untuk pelolohannya bisa menggunakan sumpit atau sendok kecil. 

Pemasangan Ring

Ring sebagai identitas darai penangkaran bisa diberikan setelah anakan berusia 10 hari, karean pada usia tersebut kaki piyikan sudah kuat dan mulai bisa bertengger/berdiri.


- See more at: http://www.agrobur.com/2013/03/metode-hand-feeding-atau-meloloh.html#sthash.0OVPslds.dpuf

Salah satu cara yang banyak digunakan oleh para penangkar dalam memaksimalkan produktifitas penangkarannya adalah dengan metode handfeeding atau pelolohan anakan. Metode handfeeding ini menjadi pilihan yang populer karena sudah terbukti mampu meningkatkan produksi, mempercepat tumbuhnya anakan dan kondisi anakan lebih mudah dipantau. 

Dalam penangkaran murai batu, anakan yang diangkat untuk kita rawat adalah:

Anakan yang masih berusia 4 hingga 6 hari, dalam memilih piyikan ini kita juga harus memikirkan kesanggupan kita dalam memberikan perawatan untuk piyikan yang masih berusia dibawah satu minggu, karena piyikan tersebut rata-rata memerlukan perawatan khusus karena setiap jam mereka selalu merasa lapar, sehingga dibutuhkan orang yang benar-benar telaten dalam perawatannya. 

Perawatan paling ideal adalah perawatan anakan yang berusia 7 hingga 8 hari, karena setelah anakan berusia 10 hingga 11 hari ia akan mulai belajar bertengger dengan kakinya, sehingga akan lebih memudahkan dalam perawatan berikutnya. 

Jika mengangkat anakan setelah berusia lebih dari 10 hari,maka kesulitan yang akan dialami adalah kesulitan meloloh dikarenakan anakan tersebut yang sudah mulai belajar terbang dan pada usia tersebut anakan sudah mulai memiliki rasa takut terhadap manusia sehingga akan menyulitkan kita untuk memberikan pelolohan, solusinya adalah membiarkan ia dirawat oleh indukannya meskipun produtifitas akan menjadi sedikit terhambat, dan dipisahkan setelah ia berusia muda / trotolan untuk dijual atau dirawat dalam sangkar terpisah. 


Setelah piyikan atau anakan kita dapatkan maka berikutnya adalah menyiapkan sarang untuk mereka, tempat sarang ini bisa menggunakan media apa saja misalnya mangkuk plastik atau juga tempat sarang lain yang terbuat dari rotan atau bambu, tempat sarang ini diisi / dilapisi terlebih dahulu dengan kain atau kertas tissue. dan ditempatkan dalam sebuah kandang yang sudah dilengkapi dengan lampu penerang 5 - 10 watt yang berfungsi sebagai penghangat suhu. 

Inkubator atau brooder 

Dalam merawat anakan terseubut beberapa penangkar memilih menggunakan inkubator ataupun brooder yang dibuat sesuai kreasi mereka , misalnya dari papan triplek yang dilengkapi kawat dan di berikan lampu penghangat dan kipas kecil untuk sirkulasi udara didalamnya. 

Yang harus diperhatikan dalam perawatan anakan di kandang ataupun inkubator adalah suhu yang stabil, misalnya untuk anakan yang masih berusia 5 hari maka suhu yang dibutuhkan adalah antara 29 °C hingga 33 °C, sementara untuk anakan yang berusia lebih dari 5 hari bisa diberikan suhu 30°C. untuk itulah diperlukan thermomer yang diletakan dalam kandang atau inkubator sebagai penunjuk temperatur didalamnya. 

Pelolohan

Meloloh atau handfeeding anakan ini bisa dimulai pada pagi hari sekitar pukul 06 pagi, sebelum diberikan pakan untuk meloloh yang disebut dengan adonan lolohan, burung bisa diberikan bagian perut dari jangkrik yang berukuran kecil ( kepala dan kaki-kakinya terlebih dahulu dicopot). lalu setelah itu diberikan adonan yang disesuaikan dengan jumlah anakan yang kita rawat. 

adonan bisa berupa kroto yang dicampur dengan voer halus dan dibasahi dengan sedikit air hangat lalu ditambahkan dengan vitamin seperti BirdVit untuk menjaga kondisi kesehatan piyikan tersebut.sebagai tambahan EFnya bisa juga mencampurkannya dengan cacing yang terlebih dahulu dipotong-potong kecil dan dicuci bersih. yang perlu diperhatikan adalah adonan ini diberikan sampai habis atau jangan disimpan untuk besok harinya karena bisa basi. 

Untuk pelolohannya bisa menggunakan sumpit atau sendok kecil. 

Pemasangan Ring

Ring sebagai identitas darai penangkaran bisa diberikan setelah anakan berusia 10 hari, karean pada usia tersebut kaki piyikan sudah kuat dan mulai bisa bertengger/berdiri.


- See more at: http://www.agrobur.com/2013/03/metode-hand-feeding-atau-meloloh.html#sthash.0OVPslds.dpuf

Salah satu cara yang banyak digunakan oleh para penangkar dalam memaksimalkan produktifitas penangkarannya adalah dengan metode handfeeding atau pelolohan anakan. Metode handfeeding ini menjadi pilihan yang populer karena sudah terbukti mampu meningkatkan produksi, mempercepat tumbuhnya anakan dan kondisi anakan lebih mudah dipantau. 

Dalam penangkaran murai batu, anakan yang diangkat untuk kita rawat adalah:

Anakan yang masih berusia 4 hingga 6 hari, dalam memilih piyikan ini kita juga harus memikirkan kesanggupan kita dalam memberikan perawatan untuk piyikan yang masih berusia dibawah satu minggu, karena piyikan tersebut rata-rata memerlukan perawatan khusus karena setiap jam mereka selalu merasa lapar, sehingga dibutuhkan orang yang benar-benar telaten dalam perawatannya. 

Perawatan paling ideal adalah perawatan anakan yang berusia 7 hingga 8 hari, karena setelah anakan berusia 10 hingga 11 hari ia akan mulai belajar bertengger dengan kakinya, sehingga akan lebih memudahkan dalam perawatan berikutnya. 

Jika mengangkat anakan setelah berusia lebih dari 10 hari,maka kesulitan yang akan dialami adalah kesulitan meloloh dikarenakan anakan tersebut yang sudah mulai belajar terbang dan pada usia tersebut anakan sudah mulai memiliki rasa takut terhadap manusia sehingga akan menyulitkan kita untuk memberikan pelolohan, solusinya adalah membiarkan ia dirawat oleh indukannya meskipun produtifitas akan menjadi sedikit terhambat, dan dipisahkan setelah ia berusia muda / trotolan untuk dijual atau dirawat dalam sangkar terpisah. 


Setelah piyikan atau anakan kita dapatkan maka berikutnya adalah menyiapkan sarang untuk mereka, tempat sarang ini bisa menggunakan media apa saja misalnya mangkuk plastik atau juga tempat sarang lain yang terbuat dari rotan atau bambu, tempat sarang ini diisi / dilapisi terlebih dahulu dengan kain atau kertas tissue. dan ditempatkan dalam sebuah kandang yang sudah dilengkapi dengan lampu penerang 5 - 10 watt yang berfungsi sebagai penghangat suhu. 

Inkubator atau brooder 

Dalam merawat anakan terseubut beberapa penangkar memilih menggunakan inkubator ataupun brooder yang dibuat sesuai kreasi mereka , misalnya dari papan triplek yang dilengkapi kawat dan di berikan lampu penghangat dan kipas kecil untuk sirkulasi udara didalamnya. 

Yang harus diperhatikan dalam perawatan anakan di kandang ataupun inkubator adalah suhu yang stabil, misalnya untuk anakan yang masih berusia 5 hari maka suhu yang dibutuhkan adalah antara 29 °C hingga 33 °C, sementara untuk anakan yang berusia lebih dari 5 hari bisa diberikan suhu 30°C. untuk itulah diperlukan thermomer yang diletakan dalam kandang atau inkubator sebagai penunjuk temperatur didalamnya. 

Pelolohan

Meloloh atau handfeeding anakan ini bisa dimulai pada pagi hari sekitar pukul 06 pagi, sebelum diberikan pakan untuk meloloh yang disebut dengan adonan lolohan, burung bisa diberikan bagian perut dari jangkrik yang berukuran kecil ( kepala dan kaki-kakinya terlebih dahulu dicopot). lalu setelah itu diberikan adonan yang disesuaikan dengan jumlah anakan yang kita rawat. 

adonan bisa berupa kroto yang dicampur dengan voer halus dan dibasahi dengan sedikit air hangat lalu ditambahkan dengan vitamin seperti BirdVit untuk menjaga kondisi kesehatan piyikan tersebut.sebagai tambahan EFnya bisa juga mencampurkannya dengan cacing yang terlebih dahulu dipotong-potong kecil dan dicuci bersih. yang perlu diperhatikan adalah adonan ini diberikan sampai habis atau jangan disimpan untuk besok harinya karena bisa basi. 

Untuk pelolohannya bisa menggunakan sumpit atau sendok kecil. 

Pemasangan Ring

Ring sebagai identitas darai penangkaran bisa diberikan setelah anakan berusia 10 hari, karean pada usia tersebut kaki piyikan sudah kuat dan mulai bisa bertengger/berdiri.


- See more at: http://www.agrobur.com/2013/03/metode-hand-feeding-atau-meloloh.html#sthash.0OVPslds.dpuf

Salah satu cara yang banyak digunakan oleh para penangkar dalam memaksimalkan produktifitas penangkarannya adalah dengan metode handfeeding atau pelolohan anakan. Metode handfeeding ini menjadi pilihan yang populer karena sudah terbukti mampu meningkatkan produksi, mempercepat tumbuhnya anakan dan kondisi anakan lebih mudah dipantau. 

Dalam penangkaran murai batu, anakan yang diangkat untuk kita rawat adalah:

Anakan yang masih berusia 4 hingga 6 hari, dalam memilih piyikan ini kita juga harus memikirkan kesanggupan kita dalam memberikan perawatan untuk piyikan yang masih berusia dibawah satu minggu, karena piyikan tersebut rata-rata memerlukan perawatan khusus karena setiap jam mereka selalu merasa lapar, sehingga dibutuhkan orang yang benar-benar telaten dalam perawatannya. 

Perawatan paling ideal adalah perawatan anakan yang berusia 7 hingga 8 hari, karena setelah anakan berusia 10 hingga 11 hari ia akan mulai belajar bertengger dengan kakinya, sehingga akan lebih memudahkan dalam perawatan berikutnya. 

Jika mengangkat anakan setelah berusia lebih dari 10 hari,maka kesulitan yang akan dialami adalah kesulitan meloloh dikarenakan anakan tersebut yang sudah mulai belajar terbang dan pada usia tersebut anakan sudah mulai memiliki rasa takut terhadap manusia sehingga akan menyulitkan kita untuk memberikan pelolohan, solusinya adalah membiarkan ia dirawat oleh indukannya meskipun produtifitas akan menjadi sedikit terhambat, dan dipisahkan setelah ia berusia muda / trotolan untuk dijual atau dirawat dalam sangkar terpisah. 


Setelah piyikan atau anakan kita dapatkan maka berikutnya adalah menyiapkan sarang untuk mereka, tempat sarang ini bisa menggunakan media apa saja misalnya mangkuk plastik atau juga tempat sarang lain yang terbuat dari rotan atau bambu, tempat sarang ini diisi / dilapisi terlebih dahulu dengan kain atau kertas tissue. dan ditempatkan dalam sebuah kandang yang sudah dilengkapi dengan lampu penerang 5 - 10 watt yang berfungsi sebagai penghangat suhu. 

Inkubator atau brooder 

Dalam merawat anakan terseubut beberapa penangkar memilih menggunakan inkubator ataupun brooder yang dibuat sesuai kreasi mereka , misalnya dari papan triplek yang dilengkapi kawat dan di berikan lampu penghangat dan kipas kecil untuk sirkulasi udara didalamnya. 

Yang harus diperhatikan dalam perawatan anakan di kandang ataupun inkubator adalah suhu yang stabil, misalnya untuk anakan yang masih berusia 5 hari maka suhu yang dibutuhkan adalah antara 29 °C hingga 33 °C, sementara untuk anakan yang berusia lebih dari 5 hari bisa diberikan suhu 30°C. untuk itulah diperlukan thermomer yang diletakan dalam kandang atau inkubator sebagai penunjuk temperatur didalamnya. 

Pelolohan

Meloloh atau handfeeding anakan ini bisa dimulai pada pagi hari sekitar pukul 06 pagi, sebelum diberikan pakan untuk meloloh yang disebut dengan adonan lolohan, burung bisa diberikan bagian perut dari jangkrik yang berukuran kecil ( kepala dan kaki-kakinya terlebih dahulu dicopot). lalu setelah itu diberikan adonan yang disesuaikan dengan jumlah anakan yang kita rawat. 

adonan bisa berupa kroto yang dicampur dengan voer halus dan dibasahi dengan sedikit air hangat lalu ditambahkan dengan vitamin seperti BirdVit untuk menjaga kondisi kesehatan piyikan tersebut.sebagai tambahan EFnya bisa juga mencampurkannya dengan cacing yang terlebih dahulu dipotong-potong kecil dan dicuci bersih. yang perlu diperhatikan adalah adonan ini diberikan sampai habis atau jangan disimpan untuk besok harinya karena bisa basi. 

Untuk pelolohannya bisa menggunakan sumpit atau sendok kecil. 

Pemasangan Ring

Ring sebagai identitas darai penangkaran bisa diberikan setelah anakan berusia 10 hari, karean pada usia tersebut kaki piyikan sudah kuat dan mulai bisa bertengger/berdiri.


- See more at: http://www.agrobur.com/2013/03/metode-hand-feeding-atau-meloloh.html#sthash.0OVPslds.dpuf

Salah satu cara yang banyak digunakan oleh para penangkar dalam memaksimalkan produktifitas penangkarannya adalah dengan metode handfeeding atau pelolohan anakan. Metode handfeeding ini menjadi pilihan yang populer karena sudah terbukti mampu meningkatkan produksi, mempercepat tumbuhnya anakan dan kondisi anakan lebih mudah dipantau. 

Dalam penangkaran murai batu, anakan yang diangkat untuk kita rawat adalah:

Anakan yang masih berusia 4 hingga 6 hari, dalam memilih piyikan ini kita juga harus memikirkan kesanggupan kita dalam memberikan perawatan untuk piyikan yang masih berusia dibawah satu minggu, karena piyikan tersebut rata-rata memerlukan perawatan khusus karena setiap jam mereka selalu merasa lapar, sehingga dibutuhkan orang yang benar-benar telaten dalam perawatannya. 

Perawatan paling ideal adalah perawatan anakan yang berusia 7 hingga 8 hari, karena setelah anakan berusia 10 hingga 11 hari ia akan mulai belajar bertengger dengan kakinya, sehingga akan lebih memudahkan dalam perawatan berikutnya. 

Jika mengangkat anakan setelah berusia lebih dari 10 hari,maka kesulitan yang akan dialami adalah kesulitan meloloh dikarenakan anakan tersebut yang sudah mulai belajar terbang dan pada usia tersebut anakan sudah mulai memiliki rasa takut terhadap manusia sehingga akan menyulitkan kita untuk memberikan pelolohan, solusinya adalah membiarkan ia dirawat oleh indukannya meskipun produtifitas akan menjadi sedikit terhambat, dan dipisahkan setelah ia berusia muda / trotolan untuk dijual atau dirawat dalam sangkar terpisah. 


Setelah piyikan atau anakan kita dapatkan maka berikutnya adalah menyiapkan sarang untuk mereka, tempat sarang ini bisa menggunakan media apa saja misalnya mangkuk plastik atau juga tempat sarang lain yang terbuat dari rotan atau bambu, tempat sarang ini diisi / dilapisi terlebih dahulu dengan kain atau kertas tissue. dan ditempatkan dalam sebuah kandang yang sudah dilengkapi dengan lampu penerang 5 - 10 watt yang berfungsi sebagai penghangat suhu. 

Inkubator atau brooder 

Dalam merawat anakan terseubut beberapa penangkar memilih menggunakan inkubator ataupun brooder yang dibuat sesuai kreasi mereka , misalnya dari papan triplek yang dilengkapi kawat dan di berikan lampu penghangat dan kipas kecil untuk sirkulasi udara didalamnya. 

Yang harus diperhatikan dalam perawatan anakan di kandang ataupun inkubator adalah suhu yang stabil, misalnya untuk anakan yang masih berusia 5 hari maka suhu yang dibutuhkan adalah antara 29 °C hingga 33 °C, sementara untuk anakan yang berusia lebih dari 5 hari bisa diberikan suhu 30°C. untuk itulah diperlukan thermomer yang diletakan dalam kandang atau inkubator sebagai penunjuk temperatur didalamnya. 

Pelolohan

Meloloh atau handfeeding anakan ini bisa dimulai pada pagi hari sekitar pukul 06 pagi, sebelum diberikan pakan untuk meloloh yang disebut dengan adonan lolohan, burung bisa diberikan bagian perut dari jangkrik yang berukuran kecil ( kepala dan kaki-kakinya terlebih dahulu dicopot). lalu setelah itu diberikan adonan yang disesuaikan dengan jumlah anakan yang kita rawat. 

adonan bisa berupa kroto yang dicampur dengan voer halus dan dibasahi dengan sedikit air hangat lalu ditambahkan dengan vitamin seperti BirdVit untuk menjaga kondisi kesehatan piyikan tersebut.sebagai tambahan EFnya bisa juga mencampurkannya dengan cacing yang terlebih dahulu dipotong-potong kecil dan dicuci bersih. yang perlu diperhatikan adalah adonan ini diberikan sampai habis atau jangan disimpan untuk besok harinya karena bisa basi. 

Untuk pelolohannya bisa menggunakan sumpit atau sendok kecil. 

Pemasangan Ring

Ring sebagai identitas darai penangkaran bisa diberikan setelah anakan berusia 10 hari, karean pada usia tersebut kaki piyikan sudah kuat dan mulai bisa bertengger/berdiri.


- See more at: http://www.agrobur.com/2013/03/metode-hand-feeding-atau-meloloh.html#sthash.0OVPslds.dpuf

Panduan Singkat Menangkar Murai Batu

|| || || Leave a komentar
Menangkar burung berkelas seperti cucak rawa, anis merah dan murai batu dan menjadi salah satu breeder yang berhasil, merupakan salah satu impian semua penggemar burung di Indonesia. Menangkar burung meski membutuhkan modal yang tidak sedikit, baik untuk menyiapkan sarana maupun prasarananya serta mempersiapkan burung indukan, namun keberhasilan dalam sebuah penangkaran meskipun hanya sepasang  sudah menjadi kebanggaan dan menjadi awal sebuah kesuksesan yang akan kita raih berikutnya. 


Hal inilah yang membuat kicau mania kita sangat tertarik terhadap informasi maupun panduan yang berkaitan dengan menangkar burung kicauan, dengan harapan suatu saat nanti bisa mempraktekan ilmu yang didapat dari berbagai media termasuk blog dan website agrobur, kmbogor dan omkicau.

Menangkar murai batu

Saat ini sudah banyak jenis burung murai batu yang beredar di pasaran mulai dari yang berekor panjang hingga yang berwarna hitam ( blacktail ), menangkarkan murai batu baik dari jenis ekor panjang ataupun ekor hitam tentu saja tidak ada perbedaan, begitu juga menangkar murai batu asal daerah sumatera maupun asal kalimantan sama sekali tidak ada perbedaan, panduan penangkaran ini bisa diterapkan pada semua jenis burung murai batu mana saja.

Bahkan saking banyaknya murai batu berdasarkan daerah asalnya, tidak sedikit pula penangkar burung murai batu ini yang mengawin silangkan burung murai batu dari daerah lain dengan burung murai batu dari daerah lainnya, sehingga didapatkan keturunan yang memiliki kombinasi antara kedua daerah tersebut misalnya murai medan dengan murai borneo, dan lain sebagainya.

Menangkar murai batu tentu saja diperlukan sarana dan prasarana yang dibutuhkan termasuk mempersiapkan sepasang burung yang akan dijadikan sebagai indukan. 

Burung indukan khususnya burung indukan betina sebaiknya memilih burung yang sudah jinak, hal ini untuk menghindari mereka dari stress ataupun gangguan yang berakibat mereka mengabaikan telur ataupun sarangnya.

Sedangkan indukan jantan bisa didapatkan dari burung yang sudah gacor atau rajin berbunyi, hal ini karena burung yang sudah rajin berbunyi adalah burung yang sudah dalam keadaan siap untuk berkembang biak, bisa dilihat dari kakinya yang sudah kering atau minimal sudah berusia satu tahun setengah. 

Perjodohan

Memasangkan kedua burung agar cepat berjodoh bisa dilakukan dengan cara menempelkan kedua sangkar yang digunakan selama beberapa hari, atau jika anda memiliki kandang penangkaran yang cukup luas dengan pintu masuk yang juga luas, maka perjodohan bisa dilakukan dalam kandang penangkarannya yaitu dengan terlebih dahulu memasukan burung betina kedalam kandang penangkarannya lalu membiarkannya selama beberapa hari untuk beradaptasi dan kemudian memasukan sangkar burung jantan kedalam kandang penangkaran tersebut, lalu diperhatikan selama beberapa hari, jika burung betina lebih sering mendekati sangkar yang berisi burung jantan dan pada malam harinya sering terlihat tidur didekat burung jantan yang berada didalam sangkarnya tersebut maka perjodohan bisa dibilang sudah selesai dan burung jantan bisa dicampurkan bersama burung betinanya dalam satu kandang penangkarannya. 


Kandang yang digunakan

kandang yang akan digunakan untuk menangkarkan burung murai batu bisa menggunakan kandang harian mereka ataupun menggunakan kandang permanen. tenggeran yang digunakan pun seperlunya saja ( tidak terlalu banyak tenggeran ), biasanya kandang permanen ini memiliki tembok yang tidak diplestet atau disemen, hal ini untuk tujuan menjaga kelembaban didalam kandang penangkaran tersebut. 

Kandang inipun bisa menggunakan kandang aviary ataupun kandang lain yang dimaksud untuk tujuan penangkaran.

- Contoh kandang penangkaran dari lacvietchoelua blog -
Namun penangkar-penangkar besar lebih menyukai kandang penangkaran yang bersifat permanen karena lebih kuat, tahan lama dan tentu saja lebih cepat berproduksi. Penempatan kandang inipun diusahkan jauh dari kebisingan atau hiruk pikuk aktifitas manusia dan juga binatang peliharaan lainnya, burung murai batu selama ditangkarkan, mereka butuh kedamaian, lingkungan yang tenang, nyaman dan aman dari gangguan.

Media sarang

Tempat bersarang yang digunakan adalah berbentuk setengah terbuka. ( lihat gambar ) dengan bahan untuk bersarangnya yang terbuat dari serat kelapa, serat nanas, cemara, jerami dan campuran bahan lain yang biasa digunakan burung untuk membuat sarang. 
bahan ini diletakan di bagian bawah kandang ( dasar kandang yang digunakan untuk menangkar ) sebagian lagi di tata didalam kotak sarangnya.


Perkembang biakan

Setelah proses perkawinannya, indukan betina akan segera menyusun sarang disusul oleh mulai bertelur dalam jumlah empat hingga lima butir telur, pada waktu indukan betina mengerami telur-telurnya indukan jantan akan bertugas menjaga diluar sarang dan terkadang membantu dengan memberi makanan kepada burung pasangannya yang sedang mengerami telur-telurnya tersebut.


Setelah 12 - 14 hari telur akan menetas, dan disinilah kedua indukan baik jantan maupun betina akan saling berperan dalam memberi makan anak-anaknya. dan pada saat ini juga persediaan makanan khususnya serangga harus lebh ditingkatkan dan dinaikan porsi pemberiannya .



Anakan murai batu ini akan mampu meninggalkan sarangnya setelah berusia sekitar 12 hari, tetapi masih tetap diberi makan oleh kedua induknya sampai mereka benar-benar berusia dewasa dan mampu mencari makan sendiri. pada waktu masih berumur 10 - 12 hari, anakan bisa diberikan ring sebagai penanda. setelah burung benar-benar mampu mencari makan sendiri maka mereka bisa langsung dipasarkan. 

- Trotolan murai batu yang siap dipasarkan -
Begitulah panduan singkat mengenai bagaimana menangkarkan murai batu.

Tips Menangkar Burung Kacer Atau Koci

|| || || Leave a komentar
 kacer-jodoh
Untuk menagkarkan burung kacer atau koci di butuhkan beberapa hal yang harus diperhatikan.
antara lain:

Indukan.
pilihlah indukan yang jinak dan sehat.
usahakan pilih betina yg benar-benar jinak dan sudah berumur mapan,untuk pejantan bisa yang muda hutan yang penting pejantan harus sudah gacor dan berumur mapan.

Kandang.
Untuk kontruksi kandang usahakan alas langsung bersentuhan dengan tanah atau bisa juga dilapisi pasir laut,tinggi kandang 180 cm panjang dan lebar cukup 100cm.kandang terbuat dari strimin lebih baik lagi bila terkena cahaya matahari dan selalu sediakan nampan untuk mandi indukan burung.

Pakan.
Saya menggunkan foer ayam 511 untuk makan harian burung dan EF setiap pagi 20 jk atau 50 uh,siang 10 jk atau 20 uh,sore 10 jk atau 10 uh.
Bila indukan masih kurang birahi bisa ditambahkan kelabang 2 ekor setiap hari.

Penjodohan
Penjodohan burug kacer atau koci sangat mudah,asalkan kedua indukan benar-benar sudah birahi,tinggal dijejer selama 1 minggu dan pada hari ke 8-10 dimandikan bersama dikeramba,hari ke 15 atau bila sudah kelihatan akur bisa di campurkan. 

Sebenarnya hal paling asik saat beternak kacer atau koci adalah saat proses penjodohan,karena kita bisa menikmati bunyi kacer saling bersahut-sahutan seperti di alam bebas,dan saat kacer atau koci sudah mulai ngunjal kita bisa melihat sambil minum kopi plus gorengan anget,rasanya damai..
hehe

Beberapa Penyebab Kegagalan Dalam Penangkaran Kacer

|| || || Leave a komentar
Jumlah penangkar burung kacer di Indonesia sebenarnya jauh lebih sedikit daripada spesies burung berkicau lainnya, terutama lovebird, kenari, dan murai batu. Padahal jumlah kacer mania cukup banyak. Bahkan, bersama murai batu dan anis merah, kacer dianggap sebagai burung primadona yang harus ada dalam setiap lomba. Itu berarti penangkaran kacer memiliki prospek cerah.
kacer-sudah-jodoh
SEPASANG INDUK KACER YANG SUDAH BERJODOH (Foto: Amiexs Bird Farm)
Bagaimana cara menangkar burung kacer, Anda bisa menyimak kembali halaman Penangkaran Burung Kacer. Namun memang tidak mudah untuk menangkar burung ini. Kendala yang sering dihadapi adalah proses penjodohan: bagaimana membuat induk betina dan jantan mau dan cepat berjodoh.
Selain itu, sering pula terjadi kasus telur tidak menetas. Ada telur yang infertil (gabuk, telur yang tak dibuahi sel sperma), ada telur yang di awal pengeraman mengandung sel benih / embrio kemudian mati sebelum menetas, serta ada pula piyik yang baru beberapa jam menetas sudah mati.
Jika ditelusuri lebih jauh, berdasarkan pengalaman sejumlah penangkar dan literatur unggas, kegagalan tersebut (mulai dari masa penjodohan hingga telur menetas) disebabkan beberapa persoalan krusial tetapi sering luput dari perhatian kita.
Sedikitnya ada enam kemungkinan penyebab kegagalan dalam penangkaran kacer. Dalam hal ini, setiap penangkar bisa saja mengalami satu, dua, atau beberapa kemungkinan tersebut.
  1. Lingkungan di sekitar kandang terlalu ramai.
  2. Cuaca terasa panas.
  3. Induk jantan loyo.
  4. Betina yang ogah-ogahan.
  5. Asupan gizi yang tidak memadai.
  6. Jantan minta kawin saat betina sedang mengerami.
Sebagian besar materi ini juga dapat diterapkan pada jenis burung lain yang berada di kandang penangkaran. Penyesuaian bisa dilakukan terhadap jenis pakan dan ekstra fooding saja, yang tidak selalu sama antara jenis burung yang satu dan lainnya.
Dengan mengetahui detail penyebab yang lebih tepat, penangkar pun bisa mengambil tindakan secara lebih akurat. Semoga bermanfaat!

Panduan Penangkaran Kacer Untuk Pemula

|| || || Leave a komentar
Beternak atau menangkar burung kacer memang membutuhkan kesabaran tinggi, khususnya bagi pemula. Tidak sedikit pemula yang gagal, dan memilih berhenti di tengah jalan. Bahkan ada juga yang gagal sebelum berjalan, hanya karena induk jantan dan induk betina yang tidak mau berjodoh, atau sebab-sebab lainnya. Ikuti panduan berikut ini, terutama dalam mengatasi dan mencegah berbagai permasalahan yang bakal terjadi dalam penangkaran burung kacer.
Seperti diketahui, penangkaran kacer memiliki prospek cerah mengingat permintaan konsumen yang terus meningkat. Bahkan Tabloid Agrobur dalam beberapa edisi lalu memperkirakan, tren penjualan kacer bakal mengungguli murai batu, karena harga jualnya relatif lebih terjangkau.
Sebelum atau sesudah membaca artikel ini, calon penangkar atau penangkar pemula juga dapat membaca artikel sejenis sebagai pelengkap referensi Anda, yaitu:

Tips memilih indukan
Memilih indukan kacer memang perlu pengamatan yang cermat, sebab kacer termasuk jenis burung yang sulit dijodohkan, terlebih jika burung diperoleh secara terpisah. Jadi kalau ingin menangkarkan kacer, lebih bagus dan efisien kalau Anda mendapatkan burung yang sudah berjodoh atau berpasangan.
Sebab, menurut pengalaman saya, proses penjodohan burung menjadi tantangan tersendiri. Terkadang diperlukan beberapa kali usaha dan uji coba sampai akhirnya burung jantan dan burung betina mau berpasangan.

Memilih indukan juga perlu memperhatikan usia dan perilaku / karakter burung. Untuk induk betina, sebaiknya sudah berusia 1 tahun, sementara burung jantan sekitar 2 tahun. Usahakan burung betina sudah jinak, tetapi memiliki sifat dan karakter yang berani (mentalnya bagus).
Induk betina yang jinak cenderung tidak mudah terganggu selama mengerami telur. Berbeda jika masih giras, burung yang sedang mengeram mudah stres jika mendengar suara bising atau bahkan ketika tahu ada manusia yang mendekati kandang. Kalau sudah stres, biasanya induk betina tidak mau kembali ke sarang, atau bahkan memecah telur atau membuang telur.
Agar tidak perlu pusing-pusing memikirkan bagaimana memilih burung betina yang jinak, Anda jangan membelinya di pasar / kios burung. Silakan cari informasi mengenai penangkar kacer di daerah Anda. Burung hasil penangkaran cenderung jinak, atau minimal jinak-jinak lalat.
Jinak-jinak lalat adalah burung yang tidak kaget ketika kita mendekati kandang, meski ia akan terbang jika tangan kita mendekati tubuhnya. Sedangkan burung jinak bahkan mau bertengger di punggung tangan manusia, terutama perawat atau pemiliknya.

Induk jantan hasil penangkaran juga lebih dianjurkan untuk pemula daripada membeli burung jantan hasil tangkapan alam. Yang penting kondisinya sehat dan tidak memiliki cacat fisik. Sorot mata burung bisa menjadi tengara awal apakah burung sehat atau tidak. Burung sehat memiliki sorot mata tajam, tidak sayu.

Apabila ada rezeki berlebih, lebih afdol membeli calon indukan dari trah juara, terutama untuk induk betina. Sebab, sebagaimana pengalaman para penangkar senior, induk betina mempunyai andil sekitar 70-80% terhadap kualitas anakan yang berjenis kelamin laki-laki. Lebih afdol lagi jika calon induk betina dan jantan sama-sama berasal dari burung jawara.
Tetapi jika kemampuan finansial belum mencukupi, beli induk seadanya dari penangkar, yang penting Anda bisa segera memperoleh banyak pengalaman dulu dari usaha penangkaran. Jika dirawat dengan baik, anakan kacer tetap banyak yang mencari. Mengapa bisa begitu?
Sebab tidak orang yang memelihara kacer ingin melombakan burungnya, tetapi banyak juga yang sekadar untuk piaraan di rumah. Lebih dari itu, performa suara burung tidak sepenuhnya tergantung kualitas genetik, bahkan faktor perawatan memegang kendali sekitar 60-70% terhadap kualitas suara burung.
Kelak, jika perputaran uang hasil penangkaran sudah stabil, barulah Anda memikirkan untuk mencari indukan dari trah juara. Semua harus dimulai dari bawah, perlahan-lahan, sehingga bisa menimba banyak ilmu di lapangan. Tidak sedikit penangkar yang mengandalkan model bedol kandang yang akhirnya mandek di tengah jalan, karena tujuannya hanya ingin segera memperoleh hasil maksimal secara instan, sehingga ketika menemui masalah sedikit malah tidak sanggup mengatasi.

Model kandang penangkaran

Umumnya penangkar kacer menggunakan kandang penangkaran berukuran panjang 100 – 200 cm, lebar 90 – 150 cm, dan tingi 170 – 200 cm, atau hampir sama seperti yang biasa digunakan para penangkar burung murai batu.
Dinding samping (kiri – kanan) dan belakang terbuat dari bata / batako. Dinding tidak diplester, untuk menjaga kelembaban dan suhu di dalamnya. Untuk dinding depan bersifat lebih terbuka, karena terbuat dari kawat ram atau strimin. Sediakan pula dua pintu masuk, yaitu pintu untuk mengontrol dan pintu kecil untuk burung. 
RAGAM KANDANG PENANGKARAN KACER
Beberapa model kandag penangkaran kacer.
Di dalam kandang penangkaran perlu disediakan dua bak besar, masing-masing berisi air untuk mandi dan berisi pasir dengan beberapa batu-batu kecil di dalamnya. Burung betina menjelang bertelur sering membawa batu kecil ke dalam sarangnya.
Jika ingin memulai penangkaran burung dalam skala sedang atau besar, dan lahan mencukupi, Anda bisa membuat beberapa petak kandang yang letaknya berjajar. Setiap petak kandang menggunakan ukuran seperti dijelaskan di atas.
Kotak sarang bisa dibuat dari papan kayu dengan ukuran bervariasi, minimal 15 cm x 15 cm x 15 cm. Selain dari kotak kayu, bisa juga menggunakan batang pohon yang kering yang dilubangi, dengan diameter 10 – 12 cm dan kedalaman sarang 10 -1 5 cm.
ALTERNATIF KOTAK SARANG UNTUK KACER
Beberapa model kotak sarang untuk penangkaran kacer.
Kotak sarang ditempatkan di sudut paling atas, pada dinding belakang. Selain aman, juga akan membuat indukan tidak terlalu terganggu ketika kita akan mengganti air minum atau pakan.
Bahan sarang bisa menggunakan bagian tanaman yang sudah kering, misalnya tangkai daun lamtoro, tangkai daun sengon, sabut kelapa, ijuk pohon aren, atau daun cemara. Sebagian bahan ditaruh di kotak sarangnya, dan sebagian lagi disebar di dasar kandang.
Agar burung memiliki pilihan, sebaiknya sediakan minimal dua kotak sarang dengan lokasi yang berbeda. Preferensi sangat penting bagi burung, karena menyangkut kenyamanan sarang yang dipilihnya sendiri. Setelah indukan memilih salah satu tempat bersarangnya, maka kotak sarang yang tak terpakai bisa dilepas.
Proses panjang penjodohan kacer
Proses menjodohkan kacer bisa dilakukan dalam kandang besar (kandang penangkaran), bisa juga dilakukan perkenalan dulu selama 1-2 minggu. Apabila menggunakan kandang besar, cara mengenalkan kedua indukan adalah memasukan burung betina terlebih dulu ke dalam kandang tersebut.
Burung jantan dimasukkan dalam sangkar, tetapi sangkar dan burung jantan juga berada dalam kandang penangkaran. Dengan demikian, burung jantan dan betina setiap hari saling melihat.
Cara kedua adalah memasukkan burung jantan dan burung betina ke dalam sangkar berbeda, tetapi kedua sangkar diletakkan menempel / berdekatan. Biarkan keduanya terus berdekatan selama 1-2 minggu, dan lihat perkembangannya.
Lama masa perkenalan biasanya 1-2 minggu, tetapi bisa jadi molor menjadi 3-4 minggu. Hal ini sangat dipengaruhi karakter induk jantan dan betina, serta kondisi lingkungan sekitar kandang (mendukung / tidak). Faktor lingkungan yang bisa mengganggu penangkaran kacer antara lain lokasi bising atau cuaca terlalu panas.
Masa perkenalan bisa segera diakhiri, jika terlihat tanda-tanda burung berjodoh, yaitu :
  • Burung jantan akan berkicau lebih keras dan makin rajin berkicau, sedangkan burung betina sering membalas kicauan sang jantan.
  • Burung betina sering memanggil burung jantan, yang langsung disahut burung jantan. Pada saat itulah burung betina selalu terlihat gelisah.
  • Perjodohan akan berhasil jika saat disatukan dalam kandang penangkaran, mereka tidak saling berkelahi. 
Terkadang burung menampakkan tanda-tanda seperti berjodoh, namun ketika disatukan dalam kandang besar mereka saling kejar-kejaran. Hal ini biasa dialami burung betina yang umurnya terlalu muda dan belum siap dikawini. Karena itulah, disarankan memelihara betina yang sudah berumur 1 tahun, meski kacer betina sudah mencapai umur dewasa kelamin (UDK) pada umur 6-7 bulan.

Jika burung betina sudah berusia 1 tahun, dan tetap ogah dikawini, berarti ada masalah dengan hormon estrogen dan progesteron, sehingga birahinya sangat rendah.

Fakta yang sering dialami penangkar
Banyak penangkar, khususnya pemula, yang merasa kesulitan dengan proses perjodohan ini. Terkadang salah satu indukan mati (biasanya betina) karena diserang induk jantan yang terlalu birahi.
Karena itu, selama burung belum bertelur, sebaiknya ada petugas yang rutin mengawasi induk jantan dan induk betina, agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
Berikut ini beberapa fakta yang sering dialami penangkar selama masa penjodohan berserta solusinya:
  1. Burung betina justru mengejar-ngejar burung jantan. Solusinya, tingkatkan porsi extra fooding (EF) untuk burung jantan. Sebaliknya, porsi EF untuk burung betina dikurangi sedikit.
  2. Burung jantan mengejar-ngejar burung betina. Solusinya, kurangi porsi extra fooding (EF) untuk burung jantan. Sebaliknya, porsi EF untuk burung betina ditambah sedikit.
  3. Burung betina terlalu galak atau melawan saat burung jantan menghampirinya. Solusinya,  porsi EF burung betina dikurangi, sedangkan porsi EF burung jantan tetap..
Piyikan menjadi tanda awal keberhasilan

Setelah induk jantan dan betina kawin, maka induk jantan yang bagus biasanya akan membantu membuat sarang. Dia akan masuk dalam sarang dan memanggil burung betinanya untuk segera menata sarangnya.
Induk betina akan bertelur dengan jumlah sekitar 3 butir, yang akan dierami selama 14 hari. Pengeraman hanya dilakukan burung betina, sedangkan burung jantan hanya berjaga-jaga di sekitar sarang.
Anakan / piyikan yang menetas, apalagi selamat sampai umur jual, merupakan tanda-tanda awal keberhasilan dalam penangkaran kacer. Sebab problem utama dalam penangkaran kacer justru terletak pada proses penjodohan dan keselamatan telur selama dierami induknya.
PIYIKAN KACER
Anakan / piyikan menjadi tanda awal keberhasilan penangkaran kacer.
Setelah telur menetas, selanjutnya terserah Anda, apakah mau diasuh sepenuhnya oleh induk betina dan induk jantan. Atau dipanen pada umur 10 hari, untuk diloloh perawat atau pemilik penangkaran.Semoga gambaran di atas bisa menguatkan mental Anda, sekaligus membekali Anda meski hanya sedikit